ALAT PERAGA PENDIDIKAN – MODEL ANATOMI

Alat Peraga Pendidiakan – Model Anatomi

  1. PENDIDIKAN

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.
(SUMBER WIKIPEDIA)

2. ALAT PERAGA PENDIDIKAN – MODEL ANATOMI

ALAT PERAGA PENDIDIKAN tersedia lengkap untuk model anatomi dan boneka phantom , sebagai produsen dan supplier Alat Peraga Pendidikan super murah dan terjangkau di indonesia, kami menyediakan alat peraga berkualitas dikarenakan Alat Peraga Pendidikan adalah suatu yang dapat di serap oleh mata dan telinga dengan tujuan memudahkan guru dalam progres belajar mengajar siswa bekerja secara efektif dan lebih efisien, Alat bantu pembelajaran ini merupakan komponen penting dalam pembelajaran yang membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih baik dan mendalam dibandingkan dengan penyampaian materi biasa.

berikut alat peraga pendidikan produksi kami, untuk info Harga Alat Peraga Pendidikan silahkan hub,i kontak kami:

NO NAMA PRODUK
1 TORSO MINI
2 TORSO WANITA TANPA KEPALA 65 CM
3 TORSO SELURUH BADAN DWI FUNGSI
4 TORSO LAKI – LAKI DENGAN KEPALA
5 TORSO DWI FUNGSI
6 MODEL JANTUNG MANUSIA
7 MODEL KULIT MANUSIA
8 MODEL GINJAL MANUSIA
9 MODEL HATI MANUSIA
10 MODEL PARU-PARU MANUSIA
11 MODEL LAMBUNG MANUSIA
12 MODEL PENAMPANG GIGI
13 MODEL RANGKA MANUSIA
14 MODEL SAPI
15 MODEL KEPALA MANUSIA
16 MODEL PENAMPANG IKAN
17 MODEL PENAMPANG DIKOTIL
18 MODEL PENAMPANG MONOKOTIL
19 MODEL PENAMPANG CUMI – CUMI
20 MODEL PENAMPANG PINGGUL LAKI-LAKI
21 MODEL TELINGA MANUSIA
22 MODEL PENAMPANG PINGGUL WANITA
23 MODEL PENAMPANG GIGI MANUSIA
24 MODEL PENAMPANG SISTEM SARAF MANUSIA
25 MODEL PENCERNAAN MANUSIA
26 MODEL PENAMPANG PERNAFASAN
27 MODEL PENAMPANG PEREDARAN DARH MANUSIA
28 MODEL PENAMPANG PERKEMBANGAN JANIN MANUSIA
29 MODEL KEHAMILAN MANUSIA
30 MODEL PENAMPANG TIKUS
31 MODEL PENAMPANG BELAHAN BUNGA
32 MODEL PENAMPANG PENYERBUKAN BUNGA
33 MODEL PENAMPANG BUAYA
34 MODEL PENAMPANG KATAK
35 MODEL HIDUNG
36 MODEL PEMASANGAN SPIRAL KB
37 MODEL PUTIK/PISTIL
38 MODEL LAPISAN BUMI
39 MODEL KERAK BUMI
40 LAPISAN TANAH 4 ITEM ( LIPATAN BUMI)
41 LAPISAN TANAH 6 ITEM
42 MODEL OTAK
43 MODEL MATA
44 MODEL JAKUN
45 MODEL PENAMPANG LIDAH
46 MODEL PENAMPANG AYAM
47 MODEL PENAMPANG MIOSIS
48 MODEL PENAMPANG MITOSIS
49 MODEL FOSIL 3 ITEM
50 MODEL TSUNAMI 3 ITEM
51 LIPATAN TANAH 2 ITEM (LIPATAN PERMUKAAN BUMI)
52 KERANGKA MANUSIA
53 KERANGKA MANUSIA MINI
54 TORSO JENAZAH
55 MODEL GIGI DEWASA
56 MODEL GIGI ANAK
57 FOOD MODEL
58 MODEL GARUDA INDONESIA
59 MODEL GLOBE
60

Fungsi pendidikan

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:

  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.

Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi lain dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.

  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.

Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:

  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s