bayi cpr | bayi rjp | boneka phantom

BAYI CPR

ALAT PERAGA BAYI CPR adalah alat peraga manekin berbentuk bayi (phantom bayi ) alat peraga ini sangat cocok untuk di buat latihan CPR/RJP pada bayi,

bayi cpr ini adalah alat peraga yang terbuat dari material silicon, jadi sangat lentur menyerupai kulit bayi,

BAYI CPR dada nya saat di tiup bisa kembung kempis, saat dada nya di tekan akan ada lampu indikator sebagai petunjuk nya

Berikut langkah cpr pada bayi:

Bagaimana melakukan CPR pada bayi? Jika Anda belum berpengalaman melakukan CPR pada bayi, ada baiknya untuk mempelajari hal ini di layanan medis darurat yang menyediakan kursus tersebut.

Hal ini bermanfaat bagi para ibu yang memiliki bayi, guna memberikan pertolongan pertama sewaktu sang anak tak sadarkan diri atau tampak tak bernapas. Hal demikian dapat terjadi pada bayi yang diduga mengalami serangan jantung, karena kekurangan oksigen. Jangan guncang bayi ketika tampak tida ada respon, berikanlah sedikit gerakan lembut.

Anda juga dapat mengikuti 3 langkah CAB (Compression, Airway, dan Breath). Apabila Anda satu-satunya penyelamat yang tersedia dan perlu melakukan CPR, lakukanlah CPR selama dua menit sebanyak lima siklus – sebelum menghubungi nomor darurat lokal Anda. Jika orang lain tersedia, mintalah orang itu untuk menghubungi segera layanan darurat medis, sementara Anda memberikan pernapasan buatan pada bayi atau anak tersebut.

1. Compression (Kompresi Dada)

Tujuannya ialah mengembalikan sirkulasi darah, hal ini dilakukan dengan meletakkan bayi secara terlentang pada permukaan yang datar. Tempatkan dua jari dari satu tangan Anda tepat ditengah dada antara puting (nipples) bayi. Lalu dengan lembut pompa dada bayi kira-kira 4 cm dengan 100 hentakan selama 1 menit. Pastikan agar setiap ujung kuku jari Anda sudah terpotong dan tidak memiliki kemungkinan untuk melukai sang bayi.

2. Airway (Saluran Napas)

Tujuannya ialah membersihkan saluran pernapasan atau membuka saluran pernapasan yang dilakukan setelah 30 kali memompa. Hal ini dilakukan dengan satu tangan menurunkan dahi secara perlahan dan satu tangan lainnya mengangkat dagu. Lalu, periksa apakah ada tanda-tanda pernapasan selama kurang dari 10 detik. Tanda-tanda pernapasan dapat berupa desahan napas jika Anda mendekatkan telinga pada hidung bayi dan gerakan naik-turunnya dada.

3. Breathing (Pernapasan Buatan)

Tujuannya ialah memberikan pernapasan buatan yang dilakukan melalui mulut, bagaimana prosesnya? Posisikan mulut Anda menutupi hidung dan mulut bayi, lalu gunakan tenaga pipi untuk meniupkan napas buatan, bukan dengan meniupkan napas dari paru-paru Anda selama 1 detik. Lalu amati, apakah ada tanda-tanda pernapasan seperti gerakan naik-turun pada dada telah terlihat atau tidak.

Jika belum, cobalah ulangi metode CPR dari awal untuk memberikan napas kedua kalinya, pastikan bahwa dalam kerongkongan bayi tidak ada benda apapun yang menyumbatnya, jika ada coba keluarkan sumbatan terlebih dahulu dengan hati-hati. Jangan sampai sumbatan melesak jauh kedalam kerongkongannya.

Lakukan CPR selama sekitar dua menit sebelum meminta bantuan medis (jika Anda sendirian), kecuali jika ada orang lain yang dapat membuat panggilan darurat saat Anda memberikan CPR pada bayi. Lanjutkan CPR sampai Anda melihat tanda-tanda kehidupan atau sampai tenaga medis tiba. Demikianlah 3 langkah melakukan CPR pada bayi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s