torso jenazah - harga torso jenazah - produksi torso jenazah - torso memandikan jenazah - produsen torso jenazah

produsen torso jenazah

Produsen Torso Jenazah

PRODUSEN TORSO JENAZAH terlengkap dengan harga yang kompetetif harga murah tapi tidak murahan, pengerjaan siap bertarget tander.
Harga Torso Jenazah : BISA NEGO
produksi Torso Jenazah dari kami, dengan menggunakan material fiberglass terbaik serta di di buat oleh para pengrajin alat peraga yang handal yang menentukan kwalitas dan mutu terbukti no 1 di indonesia.
Torso Memandikan Jenazah ialah alat peraga pendidikan untuk Sekolah Dasar – SMP – SMA – Akademi, sangat membantu tenaga pendidik dalam memberikan materi pendidikan agama dalam memandikan jenazah dengan syariat yang tepat.
Produsen Torso Jenazah bermarkas di jl sido mukti no 01 cengkarukwatu , purwodadi , kab pasuruan, selain produksi Alat Peraga Torso Jenazah kami juga produsen Alat Peraga Anatomi terlengkap dan siap memenuhi kebutuhan alat peraga penunjang pendidikan anda,

alat peraga buatan kami sudah terpercaya di seluruh indonesia dan beberapa negara tetangga juga menggunakan alat peraga buatan kami,
dapatkan harga yang kompetetif di workshop kami dengan menghub,i kami,

pelayanan kami no 1 dan
TIDAK ADA UNSUR TIPU MENIPU KARENA KAMI PATUH TERHADAP HUKUM AGAMA DAN NEGARA

informasi pemesanan dan konsultasi silahkan hub,i

w/a : 081266938385

torso jenazah - harga torso jenazah - produksi torso jenazah - torso memandikan jenazah - produsen torso jenazah
produsen torso jenazah

Torso jenazahharga torso jenazahproduksi torso jenazahtorso memandikan jenazahprodusen torso jenazah

CARA MEMANDIKAN JENAZAH

Syarat dan Tata Cara Memandikan Jenazah

A, cara memandikan jenazah

Cara Memandikan Jenazah. Hukum memandikan jenazah termasuk dalam fardhu kifayah menurut golongan jumhur ulama, Fardhu Kifayah berarti kewajiban yang bagi setiap mukallaf. Apabila ada sebagian mukallaf yang mengurus jenazah tersebut, berarti sudah gugur kewajibannya.

Hal ini merujuk kepada hadits yang diriwayatkan oleh Ibu abbas

Artinya, “Dari Ibnu Abbas, bahwa Rosululloh bersabda mengenai seseorang yang jatuh dari kendaraannya, kemudian meninggal.”Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara.” (HR Bukhari 1186 dan Muslim 2092)

 

B, Syarat Memandikan Jenazah

Orang yang berhak untuk memandikan jenazah diantaranya memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Orang yang berakal, muslim, baligh dan cukup umur.
  2. Niat bagi orang yang memandikan jenazah.
  3. Orang sholih, jujur dan dapat dipercaya.

C, Orang yang Diutamakan Dalam Memandikan Jenazah

Apabila jenazah laki-laki, maka yang berhak Memandikan Jenazah adalah laki-laki dari keluarganya. Jika dari pihak keluarga tidak ada yang bisa memandikan, maka boleh diwakili oleh orang laki-laki lain yang bisa memandikannya. Jika tidak ada orang laki-laki, maka yang diutamakan untuk memandikan adalah istrinya maupun mahram-mahramnya Perempuan.

Apabila Jenazahnya Perempuan, maka yang paling utama berhak memandikannya adalah keluarganya. Jika dari pihak keluarga tidak ada yang mampu untuk memandikannya, maka boleh perempuan lain yang mampu dan biasa memandikan jenazah. Jika tidak ada yang mampu maka suaminya sendiri, setelah itu baru mahram-mahramnya yang laki-laki.

Apabila Jenazahnya Perempuan yang tidak memiliki suami dan semua penduduk yang ada di daerah tersebut laki-laki semuanya, maka jenazah tersebut tidak dimandikan. Akan tetapi jenazah tersebut di tayamumkan dengan lapis tangan. Hal ini sesuai dengan sabda Rosululloh:

Artinya: Jika seorang perempuan meninggal di lingkungan laki-laki atau jenazah laki-laki meninggal dilingkungan perempuan dan tiada laki-laki selainnya, maka hendaklah mayat-mayat tersebut di tayamumkan, kemudian dimakamkan. Keduanya itu sama halnya dengan orang yang tidak mendapatkan air. (HR. Abu Dawud dan Al-Baihaqi).

D, Tata dan Cara Memandikan Jenazah

Dalam Memandikan Jenazah ada beberapa cara yang harus dipenuhi. Sebagai umat muslim hendaklah dalam keadaan suci, baik ketika hidup maupun mati. Berikut tata dan cara memandikan jenazah:
Alat-alat yang digunakan:

  1.  Air.
  2. Kapas.
  3. Shampo rambut.
  4. Kapur barus.
  5. Daun bidara.
  6.  Minyak wangi.
  7. Pengusir bau busuk.
  8. Sebuah spon penggosok.
  9. Penutup aurat jenazah.
  10. Dua sarung tangan (Untuk petugas yang memandikan).
  11. Alat penggerus (Sebagai penghalus kapur barus dan spon-spon plastik).
  12. Masker (Penutup hidung bagi petugas).
  13. Gunting (Sebagai pemotong pakaian jenazah).

E, Menutup Aurat Jenazah

Disarankan ketika jenazah dimandikan, auratnya tertutup dan melepas pakaiannya serta menutupinya dengan kain agar tidak terlihat oleh orang banyak, karena untuk menjaga bagian dari Jenazah yang tidak patut untuk dilihat.

Diusahakan agar tempat pemandian agak miring ke arah kakinya, tujuannya agar air dan semua yang keluar dari jasadnya bisa mengalir dengan mudah.

F, Memandikan Jenazah

Pertama kali yang harus dilakukan oleh petugas yaitu melunakkan persendian jasad tersebut terlebih dahulu. apabila kuku Jenazah panjang, hendaklah memotongnya, begitu juga dengan bulu ketiaknya, adapun bulu kelamin, maka jangan mendekatinya, karena merupakan aurat besar.

Setelah itu kepala jenazah diangkat sampai setengah duduk dan mengurut perutnya dengan perlahan hingga semua kotoran dalam perutnya keluar.

Petugas yang Memandikan Jenazah hendaknya memakai sarung tangan maupun kain untuk membersihkan qubul dan dhuburnya tanpa harus melihat maupun menyentuh auratnya.

F, Mewudhukan Jenazah

Setelah jenazah dimandikan, kemudian petugas yang memandikan mewudhui Jenazah sebagaimana wudhu sebelum sholat. Dalam mewudhui jenazah tidak perlu memasukkan air ke dalam hidung dan mulut Jenazah,- akan tetapi petugas cukup membasahi jari yang dibungkus dengan kain, kemudian membersihkan bibir Jenazah, menggosok gigi dan kedua lubang hidungnya hingga bersih.

Selanjutnya disarankan untuk menyela jenggot dan mencuci rambut Jenazah menggunakan busa perasan daun bidara atau dengan menggunakan perasan sabun, kemudian sisa perasan daun bidara tersebut digunakan untuk membasuh sekujur tubuh Jenazah.

G, Membasuh Tubuh Jenazah

Membasuh Jenazah dusunnahkan untuk mendahulukan anggota badan sebelah kanan. Pertama membasuh tekuknya yang sebelah kanan, kemudian bahu dan tangan kanannya, kemudian betis, paha dan telapak kaki sebelah kanannya.

Selanjutnya petugas membalikkan tubuhnya dengan posisi miring ke sebelah kiri, kemudian membasuh belahan punggungnya sebelah kanan. Setelah anggota tubuh sebelah kanan telah selesai, kemudian dengan cara yang sama membasuh anggota badan yang sebelah kiri.
Jumlah Memandikan Jenazah

Dalam memandikan jenazah diwajibkan satu kali, akan tetapi jika sebanyak tiga kali dihukumi sebagai sunnah atau lebih baik (Afdhal). Jumlah dalam memandikan jenazah tergantung pada kotoran yang terdapat pada jenazah.

Apabila satu atau tiga kali kotoran tersebut belum dikatakan suci atau bersih, maka dapat dimandikan sebanyak tujuh kali Mandi.

Disarankan air yang digunakan untuk memandikan yang terakhir kalinya dicampur dengan kapur barus. Dalam hal ini agar airnya menjadi sejuk dan menimbulkan bau harum pada jenazah.

Dianjurkan juga untuk menggunakan air yang sejuk, kecuali jika dibutuhkan air panas untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada jenazah. Diperbolehkan juga menggunakan sabun dalam menghilangkan kotoran pada Jenazah.

Akan tetapi dilarang untuk mengerik atau menggosoknya. Diperbolehkan juga untuk menyiwaki gigi Jenazah dan menyisir rambutnya.

Setelah semua proses pemandian sudah dilaksanakan, kemudian petugas menghanduki Jenazah dengan kain atau semisalnya. Jika menemukan kukunya panjang, hendaklah dipotong.

Jika jenazah tersebut perempuan, maka rambut kepalanya dipintal atau dipilah menjadi tiga pilahan, kemudiann diletakkan di sebelah belakang punggungnya.

H, Peringatan-peringatan

Apabila jenazah sudah dimandikan sampai tujuh kali, akan tetapi masih keluar kotoran tinja dan sebagainya, maka hendaklah dibersihkan dengan menggunaka air dan menutupnya dengan kapas. akan tetapi jika keluarnya setelah dikafani, maka dibiarkan saja, karena hal tersebut akan merepotkan.
Apabila ada orang yang meninggal dalam keadaan mengenakan kain ihram saat haji, maka cara pemandiannya sama seperti yang telah dijelaskan diatas dan ditambah dengan siraman dari perasan daun bidara. Akan tetapi yang membedakan adalah tidak perlu dikasih pewangi dan tidak perlu ditutupi kepalanya. Hal ini sesuai sabda Nabi tentang jenazah yang menunaikan haji.
Orang meninggal karena peperangan membela agama atau syahid, maka jasadnya tidak perlu dimandikan dan disholatkan, hendakklah di kubur bersama pakaian yang dikenakannya.
Janin yang gugur berusia empat bulan, maka wajib di urus sebagaimana mestinya orang dewasa meninggal dan di beri nama.
Apabila ada halangan dalam memandikan jenazah, misalnya karena tidak ada air atau jenazahnya dalam keadaan tidak utuh, maka cukup ditayamumkan. Cara mentayamumkannya yaitu petugas menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke bagian wajah dan punggung jenazah.
Hendaknya petugas yang memandikan atau yang mengurus jenazah menutupi semua aib yang ada pada jenazah, baik dari segi fisik maupun kejadian-kejadian yang lain

sumber artikel :bp. abdurrohman
boneka memandikan jenazah, boneka untuk praktek jenazah, harga alat peraga memandikan jenazah, harga alat peraga torso jenazah, harga boneka praktek jenazah, harga boneka torso, harga torso jenazah, jual boneka peraga jenazah, boneka praktek jenazah, produsen torso jenazah, torso jenazah, torso jenazah perempuan, alat peraga torso manusia, alat peraga torso jenazah, harga alat peraga torso manusia, alat peraga torso
 boneka memandikan jenazah, boneka untuk praktek jenazah, harga alat peraga memandikan jenazah, harga alat peraga torso jenazah, harga boneka praktek jenazah, harga boneka torso, harga torso jenazah, jual boneka peraga jenazah, boneka praktek jenazah, produsen torso jenazah, torso jenazah, torso jenazah perempuan, alat peraga torso manusia, alat peraga torso jenazah, harga alat peraga torso manusia, alat peraga torso

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s